Piknik Dadakan: Eco Green Park dan Museum Angkut

Byuh, akhirnya sampai Malang juga! Sejak beberapa bulan yang lalu saya sama istri ngobrol soal Malang, pengen ke sana tapi belum dapat kesempatan yang oke. Hingga akhirnya kemarin tanggal 7 November 2017 kami dapat kesempatan dadakan buat jalan-jalan ke Malang.

Iya dadakan, karena sebenarnya itu adalah acara takziah ke tempat saudara di Nganjuk. Sebelum berangkat sudah kepikiran pengen sekalian ke mana gitu, karena sudah sejauh itu masak nggak mampir piknik ?. Lalu kami langsung ingat Malang, langsung lihat peta dan ternyata cuma 2 jaman dari Nganjuk.

Tujuan kami adalah Museum Angkut, mengingat Ata yang hobi banget sama mobil-mobilan. Ternyata lokasinya di Batu, maka jadilah kami pesan hotel di kota itu. Pilihan jatuh pada Apple Green Hotel yang berada di jalan Diponegoro.

Alun-Alun Batu

Pagi jam 6 kami keluar jalan-jalan ke Alun-Alun Batu, tempatnya oke buat duduk-duduk santai dan foto-foto. Ada bianglala yang lumayan besar, tapi kayaknya nggak beroperasi karena masih pagi.

Ada arena bermain anak-anak yang bersih dan cukup terawat. Sayangnya nggak nemu apa gitu buat sarapan.

Eco Green Park

Pulang dari Alun-Alun kami sarapan dulu di hotel, lalu siap-siap dan berangkat ke Eco Green Park. Karena Batu kotanya kecil, jadi jarak tempuh dari hotel ke lokasi cepet banget, mungkin cuma 5 menitan.

Kebetulan itu hari Rabu, jadi nggak terlalu ramai, barengan kami cuma rombongan piknik anak SD.

Eco Green Park ini isinya adalah ikan, serangga, kambing, burung, unggas, dan rumah terbalik ?. Saya juga kurang paham kenapa ada wahana rumah terbalik di antara aneka satwa yang lucu-lucu itu.

Karena Ata seneng banget sama binatang, maka cocok masuk sini. Dari ikan sampai unggas dilihat semua dengan semangat, pengennya ngasih makan terus ?.

Tiket Eco Green Park 49 ribu per orang.

Makan siang di Waroeng Bamboe

Menu makanannya biasa aja sih, di Jogja juga ada menu masakan kayak gitu. Tapi yang menarik adalah kolamnya, hampir semua area resto ini ada kolam di bawahnya. Jadi kami makan ikan sambil ngasih makan teman-temannya yang masih hidup. Kejam ya. ?

Museum Angkut

Nah ini yang terakhir, Museum Angkut ini sebenarnya nggak jauh dari Eco Green Park, tapi karena cari makan dulu jadinya harus muter-muter dulu.

Koleksinya luar biyasa, buat saya yang nggak pernah lihat kayak ginian, ya seneng banget. Apalagi Ata yang emang hobi sama mobil-mobilan. Dia bisa megang mobil yang nggak pernah dilihat di jalanan.

Di sana juga ada beberapa pesawat kecil yang disediakan buat foto-foto, plus pesawat kepresidenan yang dalamnya juga bisa buat foto-foto.

Konsepnya sih oke, beberapa tipe mobil dipamerkan dengan nuansa asal negaranya yang seolah sedang di parkir di tepi jalan.

Sayangnya yang di dalam ruangan ada beberapa spot agak kurang pencahayaannya, jadi buat foto-foto kurang oke.

Tempat ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga sangat instagramable. ?

Harga tiket Museum Angkut 70 ribu per orang, plus 30 ribu kalau bawa kamera DSLR/Mirrorless.

Karena harus kembali ke Jogja, maka perjalanan kami tutup jam 15.30 dan langsung OTW Jogja.

Sampai jumpa Batu, terima kasih untuk hari Rabu yang menyenangkan.

3 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.